iklan

Iklan

iklan

terkini

Bupati Brebes Resmi Buka TMMD Sengkuyung III Cibentang Bantarkawung

11/10/2022, 12:52 WIB Last Updated 2022-10-11T08:08:32Z

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE.MH secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0713 Brebes, di Lapangan Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (11/10/2022).

Acara ini disaksikan jajaran Forkopimda, OPD terkait, Forkopimcam Bantarkawung, Yatno kepala desa setempat, dan juga dihadiri segenap ormas, para tokoh agama, tokoh masyarakat, para pelajar, serta Pramuka Saka Wira Kartika.

Selaku Inspektur Upacara (Irup), Idza membacakan amanat bupati yaitu bahwa tujuan adanya TMMD adalah menghidupkan, memelihara dan menyuburkan budaya gotong royong. TMMD juga merupakan upaya pembinaan teritorial dan kerjasama lintas sektoral atau dalam kata lain merupakan sinergi antara Pemda dengan TNI.

“Marilah kita jadikan momentum serangkaian kegiatan di TMMD untuk terus menjalin sinergi, menggugah kesadaran untuk selalu bergotong royong dan memperkuat persatuan agar Kabupaten Brebes semakin aman, maju dan sejahtera,” ucapnya.

Bupati mengajak masyarakat Cibentang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kerawanan bencana alam longsor atau tanah bergerak karena memasuki musim penghujan (September-November 2022).

Tak lupa Bupati mengucapkan apresiasi kepada TNI khususnya Kodim Brebes, juga terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang turut terlibat dalam upaya pembangunan wilayah melalui TMMD yang menggunakan APBD Fisik Kabupaten Brebes sebesar Rp. 1 miliar.

Sementara itu Dandim Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki mengemukakan, bahwa program pembangunan infrastruktur dan SDM masyarakat yang dilakukan secara lintas sektoral ini, disambut hangat oleh warga setempat karena sasaran fisiknya yaitu peningkatan badan jalan antar dusun di Desa Cibentang dengan rabat beton sanseed sepanjang 725 meter lebar 2,5 meter beserta sarana pendukungnya yaitu pembangunan 1 unit jembatan 6x4,5 meter, 4 unit plat duiker, serta drainase 360 meter lebar 30 centimeter.

Untuk waktu pelaksanaan TMMD Sengkuyung selama 30 hari, yakni 11 Oktober sampai dengan 9 November 2022.

“Lokasi pekerjaan kali ini medannya cukup berat, namun dengan bantuan seluruh pihak dan masyarakat kita yakin akan selesai tepat waktu, terlebih pekerjaan pendahuluan dalam pra TMMD sudah dilakukan sejak 29 Agustus 2022 lalu,” bebernya.

Lanjutnya, dalam tahap pra TMMD itu, sudah mampu merampungkan pekerjaan pembukaan badan jalan, drainase, dan 4 unit plat duiker. Sedangkan untuk jembatan masih dalam tahap pengecoran pondasi atau 15 persen.

Kemudian ada juga sasaran fisik tambahan, yaitu rehab 6 unit RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) milik Tarsah di Dukuh Sugih Ampir, Turip Winarto dan Ruhemin di Dukuh Kemambang, kemudian 3 rumah di Dukuh Wates (Sahidin, Sator, Nasuha).

“Kami juga akan membangun lagi 1 unit plat duiker sepanjang 3 meter dengan lebar 80 centimeter sebagai sasaran pengembangan/over prestasi karena memang diperlukan,” tandasnya.

Untuk sasaran non fisik berbasis desa berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, kebencanaan, budidaya ternak, pertanian dan ketahanan pangan, pencegahan covid-19, penguatan etika budaya politik dan peningkatan demokrasi.

Kemudian ada sosialisasi undang-undang 16 tahun 2019 tentang batas usia perkawinan, pencegahan stunting, peran Posyandu, KB dan Posbindu PTM.

Sementara untuk pelayanan langsung meliputi pelayanan prongga kencana, pelayanan KB semua alat kontrasepsi, perpustakaan keliling dan pembinaan kearsipan, rekam KTP elektronik, pembuatan akte, akte kelahiran dan kematian, pelayanan vaksinasi, dan pelayanan konsultasi dan mutasi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dari Badan Pendapatan Daerah, serta pelayanan pengobatan ternak.

Perlu diketahui, jalan yang sedang dibangun melalui TMMD itu sebelumnya pernah diperkeras melalui swadaya desa, namun karena sering tertimbun longsor sehingga lama-lama menjadi jalan setapak menuju perkebunan pinus warga.

Kepentingan adanya akses tersebut adalah jarak terdekat bagi anak-anak 3 dusun di Desa Cibentang (Ciawi, Ciasem, dan Cimerak) untuk ke sekolahan (SMP Satu Atap) yang ada di Desa Cibentang, yaitu hanya berjarak 725 meter daripada selama ini harus memutar naik-turun tebing dengan menempuh jarak lebih dari 2 kilometer. (Aan/imam)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bupati Brebes Resmi Buka TMMD Sengkuyung III Cibentang Bantarkawung

Terkini Lainnya

Iklan