iklan

Iklan

iklan

terkini

Tetes Darah Terakhir Warga Desa Kuala Dua Kompak dan Bersatu, Herri : "Kami Rapatkan Barisan Demi Tanah Kami"

05/09/2022, 12:36 WIB Last Updated 2022-09-05T05:36:01Z
Warga Kuala Dua adakan pertemuan dan merapatkan barisan demi memperjuangkan hak milik tanah meraka yang diakui oleh Funiati Ghozali.

EMSATUNEWS.CO.ID, KUBU RAYA - WOW..!! Kasus sengketa tanah di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya semakin memanas. Tanah yang kini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Mempawah dengan nomor sertifikat 542 dan 543 kepemilikan atas nama Funiati Ghozali membuat masyarakat Desa Kuala Dua kompak dan merapatkan barisan demi mempertanahkan hak mereka.
Hal demikian dikatakan Tokoh Masyarakat Kuala Dua, Herri Z.AR ketika kepada EMSATUNEWS.CO.ID, Minggu (4/9/22).

Menurut Herri, tanah yang awal sejarahnya adalah tanah garapan pertanian warga Kuala Dua atas nama Alexios Alexsander sejak tahun 1980-an. Kini diserobot oleh oknum permainan mafia tanah. 
Ironisnya, tiba-tiba tanah itu muncul sertifikat atas nama Funiati Ghozali

Ketua RT 26 Desa Kuala Dua, Sholihin dan Tokoh Masyarakat Herri menyampaikan kata sabutan dihadapan puluhan warga Desa Kuala Dua di kediaman Rumah pak Herri.

"Ada 6 (eman) sertifikat tanah atas nama Funiati Ghozali di Desa Kuala Dua, termasuk di lahan pemukiman warga kami yang diakui (Funiati Ghizali,red)adalah tanah miliknya," kata Herri.

Ditegaskan Herri, warga Kuala Dua sampai sekarang ini tidak mengetahui siapa Funiati Ghozaliz. Bagaimana bentuk perawakan wajahnya. 

"Jangan coba-coba bermain masalah tanah. Kami warga Kuala Dua sudah kompak dan rapatkan barisan intuk memperjuangakn hak kami, sampai tetes darah terakhir," tegas Herri.

Lanjut Herri, dirinya juga menjadi saksi di Pengadilan Negeri Mempawah terkait perkara tanah nomor SHM 542 dan 543. Dan dirinya sudah memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan sejujurnya. 
Herri berharap, Mejelis Hakim jangan salah memumutuskan. Berikan keputusan yang berdasarkan kebenaran dan keadilan.

"Ini jelas ada permainan mafia tanah, tidak menutup kemungkinan diduga Kepala Desa Kuala Dua mengetahui permasalahan ini dan tetlibat di kasus.perkara ini. Majelis hakim harus bijak memutusakan kasus pwrkara ini. Jelas, sudah ada kebohongan dan permainan mafia tanah di sertifikat Funiati Ghozali, " cetus Herri.

Menurut Herri, 6 (enam) sertifikat milik Funiati Ghozali sudah jelas fakta bahwa sertifikat berjalan mencari tanah, bukan subjeknya mencari tanah.

"Tembuni saya di Kuala Dua, tidak ada yang namanya Funiati Ghozali, Informasinya orang Jakarta, apakah benar atau tjdak. Karena, selama ini tidak pernah melihat lokasi tanahnya," ucap Herri.

Herri tegaskan, kami warga Desa Kuala Dua sudah kompak dan bersatu. Jangan main-main dengan kasus ini. Siapa pun dia yang ada di belakang Funiato Ghozali. Masyarakat lawannya.

"Kami audah bersatu. Jangan main-main dengan kasus tanah ini. Kami siap memperjuangkan hak kami," ucapnya.

Kemudian untuk mendapatkan keterangan, EMSATUNEWS mengkonfirmasi Kepala Desa Kuala Dua, namun tidak bisa dihubungi. (*)

Penulis: Welly Harpendi Emsatunews
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tetes Darah Terakhir Warga Desa Kuala Dua Kompak dan Bersatu, Herri : "Kami Rapatkan Barisan Demi Tanah Kami"

Terkini Lainnya

Iklan