iklan

Iklan

iklan

terkini

Kades Bukit Batu dan Masyarakat Tolak Proyek Pekerjaan Peyedian Air Baku Pelabuhan Kijing dan Sekitarnya

27/06/2022, 15:17 WIB Last Updated 2022-06-27T08:44:33Z
Emsatunews
Plang Nama Pekerjaan Pembangunan Penyedian Air Baku Pelabuhan Kijing dan Sekitarnya Kabupaten Mempawah. (Foto : Welly Emsatunews).

EMSATUNEWS.CO.ID, SUNGAI KUNYIT - Pelaksanaan kegiatan pekerjaan proyek pembangunan penyedian air baku pelabuhan kijing dan sekitarnya Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat yang di kerjakan oleh PT. Somba Hasbo KSO dan PT. Taman Keraton Mulia mendapat penolakan dari Kepala Desa Bukit Batu, Haryanto Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. Bukan saja Kades yang menolak namun masyarakat setempat juga demikian.

Menurut Kades Bukit Batu, Hariyanto menjelaskan penolakan pelaksanaan pekerjaan pemyedian air baku itu dikarenakan pihak desa sudah merencanakan untuk membangun penyedian air baku melalui program desa. 

"Masyarakat juga menolak pelaksanaan pekerjaan itu. Karena, belum ada kesepakatan dari pihak perusahaan (kontraktor) dengan desa dan masyarakat, Dan pihak desa sudah merencanakan untuk membangun melalui program desa, " kata Kades Bukit Batu, Hariyanto kepada Emsatunews.co.id di kediamannya, Senin (27/6/22).

Lantas, Kades mengatakan pekerjaan proyek ini belum ada kesepakatan dengan pihak desa dan masyarakat. Pertemuan beberapa hari lalu di Balai Desa Sungai Duri ll itu hanya tahap sosialisasi saja. 


Emsatunews
Lokasi pembangunan proyek penyedian air baku di Desa Sungai Duri ll Kecamatan Sungai Kunyit.(Foto : Welly Harpendi/Emsatunews)


"Yang jelas kita menolak untuk pekerjaan pembangunan penyedian air baku dengan pagu dana Rp. 19.342.799.000,00," jelasnya.

Di lain pihak, Ketua RT 01. RW. 01 Desa Sungai Duri ll, Muslim mengatakan masyarakat belum mensetujui pelaksanaan pekerjaan penyedian air baku tersebut. Karena, belum ada keputusan yang jelas dari pihak perusahaan (kontraktor) untuk melakukan ganti rugi lahan yang terkena penyaluran penggalian pipalisasinya. 

Oleh sebab itu, kata Muslim sebelum pekerjaan dilaksanakan sebaiknya pihak perusahaan melakukan kesepakatan dengan masyarakat terkait ganti rugi.

"Belum ada kejelasan dari pihak perusahaan untuk ganti rugi masalah lahan warga yang terkena pemasangan pipa, " kata Muslim kepada Emsatunews, Senin (27/6/22).

Selain itu, Muslim juga meminta kepada perusahaan agar mengutamakan tenaga kerja setempat sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan.
Dari pertemuan beberapa hari lalu di Balai Desa Sungai Duri ll, Muslim mengatakan masyarakat menuntut ganti rugi tanah yang terkena penggalian pipa dan meminta tenaga kerja setempat dilibatkan.

"Kalau tidak ada ganti rugi masyarakat menolak untuk adanya pekerjaan tersebut. 
Dari pertemuan di balai desa piha perusahaan (kontraktornya) mengatakan tidak ada ganti rugi setelah penanaman pipa di kemablikan seperti semula, itu sudah aturan pemerntah tidak ada ganti rugi masalaha lahan yang terkena penanaman pipalisasinya," jelasnya. (*)

Penulis : Welly Harpendi.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kades Bukit Batu dan Masyarakat Tolak Proyek Pekerjaan Peyedian Air Baku Pelabuhan Kijing dan Sekitarnya

Terkini Lainnya

Iklan