iklan

Iklan

iklan

terkini

Focus Grupdiscusion dan Konsultasi Publik

10/06/2022, 21:52 WIB Last Updated 2022-06-10T14:56:29Z
EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Focus Grupdiscusion dan Konsultasi Publik digelar di Grand Dian Hotel Brebes, Kamis (09/06/2022). Sebagai nara sumber Lina Wahyuni tim leader konsultan penyusunan RDTR.

Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Brebes Mohammad Taufiq dan anggota dewan serta tamu undangan lainnya.

Dalam paparannya Lina mengatakan penyusunan RDTR adalah untuk mewujudkan koridor pertumbuhan dan pemerataan wilayah Jawa Bali 2020 - 2024 sebagaimana yang diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024.

Adapun tujuannya menyusun rencana detail sebagai dasar kebijakan pengembangan dan operasionalisasi perwujudan pemanfaatan ruang di sekitar Kawasan Industri Brebes.

Adapun sasaran meliputi :
1. Tersedianya materi teknis RDTR. 
2. Tersusunnya Ranperkada
3. Tersedianya Album Peta RDTR
4. Tersedianya Album Peta Digital RDR
5. Tersedianya dokumen kajian 
6. Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

Focus Grupdiscusion dan Konsultasi Publik dibuka oleh Asisten Sekda Tety Yuliana mewakili Bupati Brebes dalam sambutannya mengatakan, acara ini dimaksudkan untuk memenuhi beberapa tahapan dalam menyusun bantuan teknis penyusunan rencana detail tata ruang di sekitar kawasan industri Brebes dari Kementerian Agraria dan tata ruang/Badan pertanahan nasional sebagai arahan prioritas nasional.

" Berkaitan dengan ini saya sampaikan terimakasih yang setulus-tulusnya atas bantuan pemerintah dalam hal ini bapak menteri Agraria dan tata ruang /Kepala badan pertanahan Nasional RI," ujarnya.

Perlu diketahui bersama bahwa Kabupaten Brebes telah memiliki Perda nomor 13 tahun 2019 tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten Brebes tahun 2019-2039 untuk memenuhi amanat dari undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang Pendetailan rencana tata ruang merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh daerah guna lebih mengoperasionalkan pemanfaatan dan pengendalian ruang yang lebih aplikatif.

Apalagi kondisi saat ini Kabupaten Brebes tengah giat giatnya menyambut antusiasme para investor yang akan memanfaatkan kawasan peruntukan industri yang ada di Kabupaten Brebes.

Peluang ini didukung juga dengan terbitnya Peraturan Presiden RI No 79 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal, Semarang, Salatiga, Demak,  Grobogan, kawasan Purworejo,  Wonosobo, Magelang, Temanggung dan Kawasan Brebes, Tegal, Pemalang dengan Perpres ini akan dilakukan percepatan pembangunan di beberapa kawasan tersebut dalam rangka meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan yang berdampak pada perekonomian pada perekonomian regional dan nasional.

Lebih lanjut dikatakan Tety dalam rencana tata ruang Kabupaten Brebes sebagaimana perda tertuang dalam Perda nomor 13 tahun 2019 tersebut Kami mengalokasikan sekitar 5.688 Hektar kawasan peruntukan industri disamping budidaya lainnya.

Luas Kawasan tersebut sebagai komitmen pemerintah kabupaten Brebes untuk menyambut investor dalam rangka meningkatkan perekonomian yang muaranya adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.

Kawasan peruntukan industri seluas 5.688 hektar berada di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Losari Bulakamba Wanasari Ketanggungan dan kecamatan Kersana. Dari total 5.688 dialokasikan sekitar 3.976 hektar direncanakan untuk pengembangan Kawasan Industri di Kecamatan Losari Tajung dan Kecamatan Bulakamba

Penyusunan rencana detail tata ruang sekitar KI Brebes diharapkan akan mampu mengurai benang kusut yang selama ini menghambat laju pertumbuhan investasi di kabupaten Brebes akibat belum beroperasinya instrumen pemanfaatan dan pengendalian ruang sehingga masih belum jelas regulasi yang mengaturnya meski kita sudah pemiliki RT RW( Rencana tata ruang rencana wilayah).(Bambang Sugiarto)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Focus Grupdiscusion dan Konsultasi Publik

Terkini Lainnya

Iklan