Cloud Hosting Indonesia

Minggu, November 7

Tingginya Ilmu Tapi Tidak Beradab Akan Sia-Sia

Utamakan Adab Baru Ilmu

Foto ilustrasi

EMSATUNEWS.CO.ID, MEMPAWAH - Mendahulukan adab dibandingkan ilmu. Seperti yang disampaikan Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah yang pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu. Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu."

“Orang beradab sudah pasti berilmu, orang berilmu belum tentu beradab,” ucap seorang kuli lepas, Harpendi kepada EMSATUNEWS.CO.ID, Minggu (7/11/21).

Harpendi mengatakan bahwa kita ketahui, perbedaan manusia dengan binatang adalah akal atau ilmu. Tetapi tingkatan yang lebih tinggi dari ilmu yakni adab atau akhlak. Karena seberapa pun banyaknya ilmu tanpa disertai adab yang baik akan bisa menjadikan manusia pun berperilaku seperti binatang  (keserakahan, tamak, kejam dan perilaku tercela lainnya)

Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
Kenapa para ulama mendahulukan mempelajari adab?

Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu,” tegas Harpendi.
 
Sebegitu pentingkah mempelajari adab, baru ilmu kemudian?

Lanjut Harpendi, di kehidupan nyata pun mungkin dari kita pernahkah menjumpai seorang yang sangat pintar, tapi sombong. Cerdas, tapi tak berperilaku baik. Pandai, tapi adab terhadap orang lain, orangtua/gurunya kurang.

"Hal itu pastinya kita memandang tidak baik orang yang seperti itu, karena budi pekertinya yang tidak sinkron dengan kepandaiannya.
Itulah mengapa adab diutamakan untuk dipelajari terlebih dahulu,"tuturnya.

Apasih adab itu?

Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinisikan, adab adalah menerapkan “akhlak-akhlak yang mulia”

"Adab lisan dan tingkah laku perlu dipelajari agar kita bisa berkata dan bertutur dengam kata yang baik dan sopan serta bertingkah laku yang baik pula,"ucap kuli tersebut sambil mebghisap sebatang rokoknya.

Ditegaskan Harpendi, meskipun ilmunya tinggi, jabatanya pangkatnya tinggi serta kedudukan nya dalam pekerjaan lebih tinggi namun ucapan perkataannya tidak beradab sama juga seperti binatang.

"Utamakan adab baru ilmu. Orang berilmu tapi tidak beradab maka akan sia-sia dan hasilnya nol," tegas pria sederhana ini.

Kisah Nyata.
----------

Ada suatu kisah cerita, seorang kuli buruh lepas di suatu perusahaan besar yang hendak bekerja, namun sesampainya di pos penjagaan ditahan sama oknum pejaga pos, dan berkata kasar kepada si kuli tersebut dengan perkataan yang tidak patut untuk di ucapkan.
Mungkin, si oknum pejaga pos ini merasa jabatannya lebih tinggi dan merasa hebat dibanding dengan si kuli ini. Kesombonga dan keangkuhannya pun terlihat serta semaunya saja berkata kasar, pada hakekatnya dirinya si oknum itu lebih hina di bandingkan binatang. Karena, selalu memandang rendah orang lain.
Itulah punya ilmu tapi tidak beradab.
cerita itu merupakan kisah nyata.
oleh sebab itu, marilah kita utamakan adab akhlaq yang baik jika ingin di akui umat Rasullullah SAW. 

Mari kita belajar Islam yang sesungguhnya yang haq di mata Allah SWT. (*)

Penulis : Welly Harpendi

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top