Cloud Hosting Indonesia

Senin, November 8

Santri Berharap Raperda Pesantren Segera Terbit di Kabupaten Brebes

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Ratusan Santri di Kabupaten Brebes menggelar Halaqoh dalam upaya menggodok rekomondasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) seiring telah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Dengan adanya Raperda yang nantinya diputuskan sebagai Peraturan Daerah (Perda) maka regulasi pendanaan penyelenggaraan pesantren di daerah dapat terakomodir. 

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes H. Fajarin disela  acara Halaqah Pesantren dan Kebangsaan dalam rangka Hari Santri Nasional 2021 tingkat Kabupaten Brebes, di aula Islamic Center Brebes, Jum'at (5/11/2021) lalu.

"Kiprah pesantren sejak jaman perjuangan kemerdekaan tidak diragukan lagi, dan terbukti turut serta mendirikan NKRI dan sekarang, pesantren memposisikan diri untuk berkhidmat difungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Dikatakan Fajarin, terbitnya Undang-undang Pesantren nomor 18 tahun 2019 dan Perpres 82 tahun 2021 akan mengokohkan pendidikan pesantren sejalan dengan sistem pendidikan nasional. 

Fajarin berharap dengan digelarnya halaqoh, ada sebuah rekomendasi untuk menerbitkan Raperda di Kabupaten Brebes, sehingga pesantren di Kabupaten Brebes akan lebih berkualitas, dan berdaya saing di era digitalisasi.

Sekda Brebes Djoko Gunawan menuturkan, sebagai lembaga pendidikan Islam, Pesantren telah berperan besar dalam kehidupan bermasyarakat, bangsa dan bernegara. Jasa pesantren tidak akan pernah dilupakan dalam memainkan peran cantik sepanjang sejarah Bangsa Indonesia hingga saat ini.

Terbukti, perjalanan panjang perjuangan para alim ulama, kiai dan santri telah tercatat dengan tinta emas dalam sejarah Bangsa Indonesia. "Salah satunya resolusi jihad yang dikomandoi KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya," tuturnya.

Menurut Djoko sebuah pernyataan jihad fisabilillah, perjuangan bela tanah air sebagai keharusan dan kewajiban bagi seluruh umat Islam Indonesia. Khususnya para santri untuk melawan Belanda yang menginginkan menguasai kembali Bangsa Indonesia. 

"Pesantren tidak hanya mengajarkan bagaimana mengaji dan mendalami agama, akan tetapi juga semangat bela negara," ungkap Djoko.

Lanjut Djoko pesantren menjadi penyangga untuk mempertahankan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.Di pesantren juga diajarkan tentang sikap tasamuh, tawassuth dan tawazzun yang sangat tinggi. Agar para santri memiliki sikap toleran, moderat dan seimbang. Islam tidak dipahami dari konteks kekerasan akan tetapi dari dimensi kedamaian. "Tiga sikap inilah yang akan membentuk pandangan dan sikap para santri untuk tidak bertindak kekerasan di dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, sebagai penanaman pemikiran islam yang moderat," pungkasnya.

Sementara dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan Hibah dari Pemkab Brebes tahun anggaran 2021 untuk Ponpes Al Falah Salafiyah Jatirokeh Kecamatan  Songgom sebesar Rp 170 juta, Ponpes Al Hasaniyah Kedawon Rp 170 juta, Ponpes Al Bukhori, Sengon Kecamatan Tanjung sebesar Rp 100 juta.
Baznas Kabupaten Brebes juga mentasyarufkan Halaqoh Ulama sebesar Rp 32 juta, Beasiswa Santri Rp 175 juta, dan bantuan Sanitasi untuk 25 Ponpes se Kabupaten Brebes sebesar Rp 5 Miliar dari Kementerian PUPR.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Sekda Djoko Gunawan, Wakapolres Brebes, perwakilan Kodim 0713/Brebes, Staf Ahli Bupati bidang Kesra Ahmad Ma'mun, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sutrisno, Kepala Dinas Sosial Masfuri, plt kepala Dishub La Ode Aris Vindar, Ketua Baznas Kab Brebes H Abdul Haris, Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes H. Fajarin, Kasi PD Pontren Kemenag Kab Brebes KH Akrom Jangka Daosat, Kabag Kesra Setda Brebes Ahmad Saekhu, Pengurus DPC FKDT Kab Brebes dan Badko LPQ Kab Brebes dan undangan lainnya - (BB)

Editor : imam

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top