Cloud Hosting Indonesia

Kamis, November 18

FGD Bersama FKUB Brebes Bahas Cegah Paham Radikalisme di Masyarakat



EMSATUNEWS.CO.IDBREBES – Untuk mencegah masuknya paham radikalisme di masyarkat beragama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Brebes menggelar Focus Group Discussion (FGD) Ngopi Megar ngobrol piwulang moderasi di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Kecamatan  Sirampog,  Rabu (17/11/2021) kemarin.


Ketua FKUB Kabupaten Brebes HM. Supriyono menyampaikan diadakan acara kali ini bertema”kopi megar”(ngobrol piwulang moderesasi beragama) dengan cara beragama kita saling mengenal dan tertuang di Pancasila dan UUD, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa itu tercipta dari kerukunan ataupun integritas dari berbagai macam agama maupun kepercayaan. 


“Silaturohim ini luar biasa Jadi kita jaga terus walaupun Kabupaten Brebes  kondisi adem ayem tetapi tetap kita jaga bukan kita khawatir tapi tetap waspada,” ujarnya.


Sementara  Wakapolres Brebes Kompol Eko Yulianto menerangkan  dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama saat ini banyak hal hal yang radikal, Kita sudah banyak bekerjasama dengan FKUB dan tokoh-tokoh agama, kita tidak mau negara kita terjadi seperti di negara Arab, juga kita jaga warisan nenek moyang kita negara yang gemah ripa loh jinawi, jangan seperti terjadi di Afganistan orang sedang sholat terjadi ledakan bom dan ditembak. 


“Kita semua bersaudara untuk saling menjaga kerukunan umat beragama yang ada di Indonesia,” terang Eko.


Diterangkan  Eko radikalisme adalah paham yang sangat berbahaya. Dimana terdapat oknum tertentu yang ingin mencapai tujuannya dengan melakukan segala cara yang dapat meresahkan masyarakat.


Menurutnya, pencegahan dini terhadap masuknya paham ini merupakan salah satu upaya mensinergikan seluruh elemen baik dari pihak keamanan, instansi pemerintah dan unsur terkait serta seluruh eleman masyarakat dalam menangkal masuknya paham radikalisme serta menjaga NKRI.


Sementara Kepala Kemenag Brebes H. Akrom Jangka Daosat mengungkapkan  dalam paradigma sekuler, Sekulerisme adalah paham yang membuat pemilahan secara bipolar antara urusan agama dan urusan Negara. Dalam pandangan sekuler ini, urusan dunia tidak perlu dikaitkan dengan urusan akhirat (agama).


"Tugas agama hanya terkait kepada Tuhan dalam konteks ibadah. di luar itu, agama tak berhak intervensi," ungkapnya.


Akrom juga menjelaskan tentang 7 prinsip ajaran agama Islam Kulturatif dalam konteks negara berpandangan substantivis. Hubungan agama dan negara bersifat mutual simbiotik.


“Negara memerlukan panduan etika dan moral keagamaan, agama memerlukan kawalan negara untuk kelestarian dan eksistensinya. Tidak menjadikan Islam sebagai ideologi negara, tetapi yang dipentingkan ialah berlakunya nilai dan substansi ajaran agama dimana kehidupan social. Sehingga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah tepat,” jelasnya.


Kegiatan FGD diikuti oleh berbagai unsur agama dengan mengedepankan Tanya jawab persoalan yang berkembang dimasyarakat saat ini - (imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top