Cloud Hosting Indonesia

Selasa, Oktober 12

Super Nekad, Pemdes Mlayang Bangun Jembatan Yang Jadi Kewenangan Pemkab

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Super nekat yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes dalam mewujudkan aspirasi warga akan sarana jembatan yang menjadi  kewenangan kabupaten sebagai penghubung transportasi perekonomian, pendididik yang ambruk beberapa tahun silam dan belum ada penanganan serius dari Pemerintah akibat  terjadinya pandemi Covid-19 padahal sarana tersebut kebutuhan warga yang sangat urgenprosen.Namun saat ini kondisi jembatan telah digarap sudah mencapai 80 prosen.

Dengan bermodal semangat super nekat oleh Kades bersama warga setempat dapat mewujudkan apirasi tersebut dengan mencapai 80 prosen tinggal dilakukan finishing saja dan ditarget satu minggu kedepan sarana tersebut bisa kembali dimanfaatkan guna aktivitas warga.

Kepala desa (Kades) Mlayang Abdul Khafid mengatakan meski hanya dengan anggaran dari bantuan bencana alam sebesar rp 30 juta bisa mewujudkan aspirasi warga dengan  membangun jembatan semi permanen berukuran 12 × 3 dengan ketinggian 4 meter tersebut terlepas dari super niat dan tekad yang kuat bersama warga untuk bersama-sama  membangun kembali sarana yang sangat dibutuhkan warga secara swakelola yang terbuat dari bekas kontruksi besi jembatan lama,  padahal rincian anggaran  yang direncanakan  pembangunan jembatan itu oleh pihak Dinas terkait sebesar rp 1 milyard lebih, kata Khafid ditemui dilokasi pembangunan jembatan, Selasa (12/10/2021).

Dikatakan Khafid pihaknya  selaku kepala desa semaksimal mungkin berupaya membuat ide dan gagasan demi memajukan masyarakat terutama di bidang perekonomian dibidang  inprastruktur maupun ketahanan pangan dengan ide itulah digagas pembangunan jembatan sebagai penghubung menuju perkotaan maupun penghubung jalan poros warga di 3 desa (Mlayang, Manggis dan Mendala).

"Meski dana yang  digunakan sangat minim yaitu 30 juta untuk membangun sebuah jembatan seara semi permanen padahal dalam hitungan proyek anggaran bisa mencapai hampir rp 500 juta lebih akan tetapi dengan semangat yang tinggi dan keberanian yang kuat maka jembatan itu  bisa terlaksanakan dan terwujud," ungkap Khafid.

Menurut Khafid manakala kita bisa belajar menghemat   anggaran dan jika Pemerintah ingin kaya juga tidak memiliki utang yang besar maka kita dari tingkat desa sampai pusat harus bisa belajar menghemat anggaran sehingga kita menuju negara yang kaya bukan kelihatan kaya .

Selain itu Pemerintah jangan kebanyakan program yang akan menyerap banyak anggaran sehingga beban akan semakin tinggi, buatlah program yang langsung  bermanfaat untuk masyarakat kecil seperti program yang dilakukan secara swakelola pungkas Khafid - (imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top