Cloud Hosting Indonesia

Rabu, Oktober 27

Proyek Yang Ada Desa Sengkubang Diharapkan Tepat Sasaran dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

EMSATUNEWS.CO.ID, MEMPAWAH - Istilah infrastruktur tentu sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Apa itu infrastruktur? Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), infrastruktur adalah padanan dari kata prasarana.

Menurut Gregory Mankiw (2003) dalam Teori Ilmu Ekonomi, infrastruktur artinya wujud modal publik (public capital) yang terdiri dari jalan umum, jembatan, sistem saluran pembuangan, dan lainnya, sebagai investasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Salah satu contoh, Bak kontrol pekerjaan IPAL yang mumabazir dan tidak bermanfaat serta tidak ada fingsinya. dan salah fungsi pengunaannya. seharusnya sebagai bak kontrol pipa IPAL tetapi sekarang di gunakan sebagai tempat pembakaran sampah.

Secara umum, arti infrastruktur seringkali dikaitkan struktur fasilitas dasar untuk kepentingan umum. Beberapa contoh infrastruktur dalam bentuk fisik antara lain jalan, jalan tol, stadion, jembatan, konstruksi bangunan, jaringan listrik, bendungan, dan sebagainya.

Selain itu, arti infsratruktur tak hanya soal fisik. Apa itu infrastruktur bisa berupa fasilitas non-fisik seperti pelayanan publik. Namun secara umum, infrastruktur terbagi dalam beberapa kelompok antara lain infrasttuktur air, infrasttuktur transportasi, infrasttuktur energi, infrasttuktur bangunan, infrasttuktur pengelolaan limbah.

Oleh sebab itu, Salah satu Pemuda Desa Sengkubang, Endi meminta kepada pelaksana proyek desa maupun kontraktor dan ketua kelompok proyek swadaya kelolah  yang mengerjakan proyek insfrastuktur di Desa Sengkubang di harapkan pekerjaan yang di kerjakan harus sesuai dengan Bastek atau Rancangan Anggaran Biaya (RAB). 

"Kita meminta kepada kontraktor maupun ketua kelompok pekerja swadaya kelolah yang mengerjakan pembangunan proyek yang ada di Desa Sengkubang agar mengedepankan azas kemanfaatan dan tepat sasaran untuk masyarakat, " ungkap Endi kepada EMSATUNEWS.CO.ID, kemarin.

Lanjut Endi, ada beberapa pekerjaan proyek insfrastuktur di Desa Sengkubang terindikasi atau di duga bermasalah dan tidak sesuai dengan RAB bahkan tidak bermanfaat.
Meskipun pekerjaan itu, sudah beberapa tahun silam di kerjakan. 

"Ada kita temukan ada beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan RAB dan tidak ada azas manfaatnya Salah satunya, pekerjaan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).   Apalagi, anggaran dana nya menggunakan dana pemerintah. kita hanya bisa memperingati kepala kelompok pekerjaan swadaya kelolah tersebut, " jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal- hal yang berkaitan dengan hukum, Endi berharap kepada pelaksana, konsultan dan kontraktor yang sedang mengerjakan pekerjaan proyek di Desa Sengkubang dengan menggunakan anggaran pemerintah baik anggaran APBD daerah, APBD provinsi maupun APBN pusat tahun anggaran tahun 2021 ini untuk di laksanakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran serta bermanfaat bagi masyarakat.

" Kita berharap proyek yang di kerjakan  di Desa Sengkubang tahun anggaran  2021 ini, bisa tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Berharap pekerjaan pengaspalan jalan di Jalan Nagor Desa Sengkubang, mudah- mudahan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat dengan hasil pekerjaan yang memuaskan, " pinta Endi.

Sementara itu, Kepala Desa Sengkubang, Alfian Hamin juga berharap pekerjaan proyek yang ada di Desa Sengkubang dapat di kerjaan dengan sebaik- baiknya.

"Diharapkan kepada kontraktor yang mengerjakan proyek di Desa Sengkubang   untuk bersama- sama membangun insfrastuktur desa tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya. (*)

Reporter: Welly Harpendi.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top