Cloud Hosting Indonesia

Rabu, Oktober 6

Merasa Dirugikan Sepuluh Calon Pekerja Migran Adukan PJTKI ke Polres Brebes



EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Puluhan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Brebes mengaku merasa  tertipu oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang diduga bodong.


Mereka telah menyetorkan uang hingga puluhan juta, namun sampai sekarang belum juga ada yang diberangkatkan ke negara tujuan tempat bekerja yang dijanjikan diantaranya di Negara  Australia dan Uang yang mereka setorkan ke PJTKI tersebut juga belum dikembalikan.


Dengan peristiwa, ini Para PMI yang menjadi korban yang diwakili sepuluh Calon PMI mendatangi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dan dilanjut ke Polres Brebes untuk melaporkan kasus yang dialami rekan rekannya, Selasa (5/10/2021). 


Chandra (21) calon PMI asal Desa Petunjungan, Kecamatan Wanasari mengaku, pihaknya mewakili para calon yang dirugikan untuk melaporkan ke pihak berwajib.


Dikatakan Chandra pihaknya  sendiri sudah menyetorkan uang sebanyak Rp 26 juta. Itu karena tergiur tawaran penghasilan dari  PJTKI.


Dirinya dijanjikan untuk dipekerjakan di bidang perkebunan di Australia dengan gaji mencapai Rp 26 juta. Syaratnya, membayar sejumlah uang untuk pendaftaran dan mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan.


“Kemarin untuk uang pendaftaran sudah saya bayarkan dua kali. Pertama, daftar Rp 6 juta bulan April lalu. Kedua, Rp 20 juta, dua minggu setelahnya sebagai job order ke Australia,” katanya


Hal yang sama diungkapkan calon PMI asal Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Nahrowi (31) yang mengaku, tertipu dan sudah menyetorkan uang Rp 6 juta ke PJTKI tersebut.


Nahrowi menuturkan iming-iming pihak sponsor sangat meyakinkan. Buktinya, puluhan calon PMI dari sejumlah desa di Brebes juga percaya janji palsu tersebut.


“Modusnya memang sangat  rapih, manakala calon tidak mwmiliki uang banyak. Daftarnya, Rp 6 juta dan biaya pelatihan bisa menggunakan  sertifikat tanah/rumah untuk jaminan di bank. Setelah kerja, angsuran bisa dipotong dari gaji sebagai PMI di Australia,” tuturnya


Fatmawati (34) selaku sponsor sekaligus perantara PT KMS selaku PJTKI mengungkapkan, pertama bertemu dengan YRM, selaku pemilik PT KMS sejak April 2021 lalu. Saat itu, ia diajak kerjasama untuk merekrut calon PMI dengan imbalan uang. Dijanjikan, jika dapat 20 orang, nantinya mendapat honor Rp 6 juta per PMI.


“Saya berhasil merekrut sekitar 80 calon PMI. Saya direkrut jadi staf dengan gaji Rp 3,5 juta, termasuk tunjangan. Tapi, cuma tiga bulan digaji karena mulai curiga ada yang aneh,” ungkapnya.


Dikatakan Fatmawati ada keanehan dan kecurigaan, karena pemilik PT tanpa sepengetahuannnya kembali meminta uang pendaftaran ke calon PMI.


Kepala Disperinaker Kabupaten Brebes, Warsito Eko Putro membenarkan adanya dugaan penipuan berkedok PJTKI bodong tersebut, pasalnya PT KMS belum terdaftar sebagai penyalur tenaga migran resmi dan belum tercantum di Kemenaker. Bahkan, pihaknya langsung menginventarisir semua dokumen milik calon PMI agar bisa diselamatkan. Seperti, KTP-el, KK asli, paspor maupun sertifikat yang sempat dijadikan jaminan.


“Langkah selanjutnya, kami siap melakukan pendampingan. calon PMI yang merasa dirugikan yang ingin menempuh jalur hukum ke Polres,” jelasnya.


Sementara Kasatreskrim Polres Brebes AKP Hadi Handoko membenarkan jika pihaknya menerima laporan terkait dugaan tindak pidana terkait pemberangkatan PMI ke luar negeri.


“Ya memang, hari ini kami menerima aduan dari para PMI sebanyak 10 orang terkait tindak pidana terkait pemberangkatan PMI ke luar negeri,” katanya kepada awak media.


Lanjut Hadi, pihaknya segera melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait pengaduan kasus  tindak pidana tersebut.


“Kita masih lakukan pendalaman dan penyelidikan. Karena memang baru kami terima laporanya hari ini,” pungkasnya.- (imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top