iklan

Cloud Hosting Indonesia

Iklan

iklan

terkini

Hari PertamaTatap Muka Terbatas

31/10/2021, 11:17 WIB Last Updated 2021-11-09T01:20:02Z
Gambar ilustrasi/ist

Penulis :  Adolfina S Pandie

”woiii..... tunggu aku.” Teriak Dhea pada keempat temannya yang sudah menuju ke kelas mereka. 

“Huff, kalian  berempat  tega ya tinggalkan aku  sendirian di perpustakaan. tunggu saja pembalasannku nanti” seru Dhea setelah  sampai di kelas.

“Hahahaha” keempat temannya menertawakan Dhea yang sementara ngambek.  “Kamu sih, sudah tahu kalau waktu istirahat kita hanya sepuluh menit dan kita dilarang untuk keliaran diluar kelas tapi kamu masih saja sibuk dengan buku ceritamu,” kata Fera, salah satu temannya Dhea yang masih menahan tawanya.

Disela-sela perbincangan mereka tiba-tiba masuklah ibu  Ethy, wali kelas sekaligus guru IPA mereka dengan senyuman khasnya.

“Selamat pagi anak-anak hebat sekalian, apa kabarnya hari ini?” sapa bu Ethy. “Selamat pagi juga bu, sehat!” jawab Dhea dan empat belas siswa lainnya dengan kompak.

“Kenapa kamu tidak pakai masker Dhea?” tanya bu Ethy. Dheapun merasa bersalah dan menjawab “Maaf bu, masker saya ketinggalan di perpustakaan tadi saat kembalikan buku”. Dengan gaya lembut tapi berwibawa, Ibu Ethy menegur Dhea yang tidak menggunakan masker lalu mengambil masker cadangan yang ada dalam tasnya lalu diberikan ke Dhea.

“Anak-anak sekalian, hari ini adalah awal kita memulai pembelajaran tatap muka terbatas. Walaupun waktunya tidak banyak seperti waktu belajar sebelum pandemi dimana setiap mapel hanya diberi waktu 60 menit, tapi kita tetap bersyukur karena bisa tatap muka lagi. Nah, agar kita semua tetap sehat dan terhindar dari covid-19 maka protokol kesehatan tolong dijaga mulai dari pakai masker, sering cuci tangan, dan jaga jarak kalian” kata bu Ethy selanjutnya.” Anak-anakpun ada yang menjawab dengan kata “iya bu” dan ada juga yang menjawab dengan tatapan tanda mengerti. 

Dhea yang mendengar nasihat bu Ethy, langsung meminta maaf kedua kalinya soal masker yang dilupakannya. Bu Ethy tersenyum tanda mengerti apa yang dirasakan Dhea dan mengatakan agar jangan diulangi lagi. Dheapun menjawab dengan anggukan kepala.

Setelah membahas tentang protokol kesehatan, bu Ethy mengajak anak-anak untuk membuat kesepakatan kelas sebelum pembelajaran. 

“Anak-anak hebat, mau  tidak kita bersama membuat kesepakatan sebelum pembelajaran?” kata bu Ethy. Anak-anak serentak menjawab dengan semangat bahwa mereka mau. Ibu Ethy memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebutkan hal-hal yang boleh/tidak boleh dilakukan selama pembelajaran berlangsung sekaligus menuliskannya di papan tulis, mulai dari disiplin waktu, disiplin Prokes, berdoa sebelum dan setelah pembelajaran, tidak ribut di kelas, dan lain-lain. 

“Apakah kalian semua setuju dengan kesepakatan kelas yang ada,” tanya bu Ethy.

“Setuju bu...” semua siswa menjawab serentak.  Kalau begitu, nanti hasil kesepakatan ini tolong diingat baik-baik dan diterapkan. Setelah berkata demikian bu Ethy mengarahkan anak-anak untuk memulai pembelajaran. Anak-anakpun dengan semangat dan antusias terlibat dalam pembelajaran hari itu. Tanpa terasa terdengar bunyi bel tanda pergantian pembelajaran  dan akhirnya bu Ethy harus mengakhiri pembelajarannya di kelas tersebut.(*)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hari PertamaTatap Muka Terbatas

Terkini Lainnya

Iklan