iklan

Cloud Hosting Indonesia

Iklan

iklan

terkini

Entaskan Kemiskinan, Desa Rengaspendawa Banjir Bantuan

27/10/2021, 22:24 WIB Last Updated 2021-10-27T15:24:09Z
EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapatkan desa binaan dalam pengentasan kemiskinan.

Sebagai wujud dari itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinpermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah melakukan pembinaan kepada Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes, Rabu (27/10/2021).

Aksi Dinpermadesdukcapil Prov Jateng ditinjau Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maemun di Agrowisata Kampung Bengkok Desa Larangan dengan menyalurkan berbagai bantuan.

Wagub secara simbolis memberikan bantuan antara lain pemasangan sambungan listrik PLN gratis untuk 42 rumah, bantuan keuangan pembangunan rehab kantor desa Rp 200 juta dan jalan desa sebesar Rp 200 juta.

Bantuan keuangan RTLH senilai Rp 36 Juta untuk 3 unit rumah, bantuan stimulan pembangunan musolah Al-Mardiyah sebesar rp 3 juta ditambah sumbangan pribadi Wagub Rp 5 juta. 

Bantuan perlengkapan sekolah untuk 58 anak, bantuan bibit pohon sejumlah 2.200 batang, bantuan benih ikan Nila 1500 ekor dan ikan Mas 1500 ekor.

Pemberian Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 1.445, perekaman E-KTP 285 orang. Selanjutnya, peningkatan produktivitas UMKM Kerupuk Telur Asin berupa kompor gas 2 tungku, blender, regulator, panci susun tiga, kepada 3 kelompok UMKM. Peralatan UMKM kulit lumpia telor asin berupa  kompor gas 1 tungku, regulator, tabung gas, wajan lumpia kepada 5 kelompok UMKM. 

Dijelaskan Wagub  ada lima daerah di Jateng yang masuk dalam kategori Daerah Miskin Ekstrem. Kelima daerah tersebut yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Brebes. Kelima daerah tersebut akan mendapat prioritas penanganan kemiskinan di Jateng

Lanjut Wagub menyampaikan, penanganan kemiskinan bukan hanya bagaimana menumbuhkan ekonomi saja, tapi juga banyak faktor yang harus ditanamkan pada masyarakat. Penanganan kemiskinan ekstrem harus dilakukan secara kolaborasi antara pemerintah Provinsi, Kabupaten, yang salah satunya melalui pendampingan oleh OPD terhadap Desa yang masuk dalam kategori desa miskin tersebut.
Putra dari KH Maemun Zubaer itu mengaku senang melihat desa yang masuk zona kemiskinan ekstrem justru dibangun sebuah Agrowisata. Dia berharap Agrowisata tersebut mampu menjadi sarana penanggulangan kemiskinan, karena yang pasti dengan adanya agrowisata maka akan ada perputaran ekonomi.

Kepala Dinpermadesdukcapil Prov Jateng Ir Sugeng Riyanto MSc menerangkan Desa Rengaspendawa merupakan daerah sasaran kemiskinan ekstrem yang jadi binaannya. Jumlah penduduk desa sebanyak 24.600 jiwa dan jumlah KK sebanyak 8.645 KK, Jumlah KRT miskin sebanyak 3.839 KRT dan jumlah ART miskin sebanyak 13.759 ART.

“Dibandingkan tahun 2020 ada 5.437 KRT, jumlah KRT miskin tahun 2021 berkurang sebanyak 4.604 KRT,” bebernya.
 
Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah yang telah berkenan hadir di Kabupaten Brebes. Kehadirannya membawa kebahagiaan bagi warga Brebes, khususnya warga Desa Rengaspendawa.

Idza juga melaporkan bahwa saat ini Kabupaten Brebes masih berupaya melakukan percepatan capaian Vaksinasi diseluruh Desa dan Kecamatan. Hal tersebut dilakukan mengingat saat i brebes masih berada di PPKM level 3 karena jumlah capaian vaksinasi belum mencapai lebih dari 50 persen..
Dalam kunjungan kerja di Agrowisata Kampung Bengkok Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan, Wakil Gubernur didampingi Bupati Brebes melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya penandatanganan prasasti agrowisata, peletakan batu pembangunan mushollah, penanaman bibit pohon dan tebar benih ikan.- (BB)

Editor : imam
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Entaskan Kemiskinan, Desa Rengaspendawa Banjir Bantuan

Terkini Lainnya

Iklan