Cloud Hosting Indonesia

Selasa, September 21

Gotong Royong di Jalan Belendung-Maleber Usai Diontrog Warga

 


EMSATUNEWS.CO.ID - BOGOR – Pemerintah Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor mulai memaksimalkan jalan Kampung Belendung-Maleber setelah puluhan warga mendatangi kantor desa tersebut. Kepala Desa Sukamahi, Budi Mamat mengatakan, saat ini pemerintah desa dan warga melaksanakan gotong royong di jalan yang sudah ada.

Nanti, setelah jalan ini akan dibangun tentunya Pemerintah Desa akan membuat komitmen dengan perusahaan green house ini agar tidak lagi memindah-mindahkan jalan secara sepihak. Sebab, banyak masyarakat di sekitar perusahaan membutuhkan jalan sebagai akses warga khususnya anak sekolah.

“Sekarang kita maksimalkan dulu yang ada, kita perlebar, rapihkan, baru nanti sebelum dibangun kami akan buat perjanjian hitam diatas putih dengan perusahaan sehingga jalan ditetapkan dan permanen,” ujar Budi kepada wartawan saat gotong royong bersama warga, Belendung, Minggu (19/9/2021).

Selain jalan Belendung-Maleber, kata dia, ada jalan utama yang biasa dilintasi warga yaitu jalan Belendung-Sudi Mampir. Hanya saja, jalan itu bukan akses anak-anak Kampung Belendung sekolah. “Kalau untuk anak-anak belendung sekolah ya memang lewat sini Belendung-Maleber,” sambungnya.

Jalan KAmpung Belendung-Maleber sepanjang 1600 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut saat ini masuk dalam kondisi jalan tanah.

Kades menargetkan tahun 2022 jalan Belendung-Maleber akan bangun melalui anggaran dana desa.

“Mudah-mudahan pandemi Covid-19 selesai, sehingga DD bisa lagi dialokasikan pada pembangunan infrastruktur, sekarang kan masih ke Bantuan langsung tunai (BLT),” pungkasnya

Sementara, Ketua LBH YKAB Noer Ali SH.M.A mengungkapkan, harus ada komitmen yang jelas antara Pemerintah Desa dengan perusahaan tanaman tersebut dari sekarang. Jangan lagi, perusahaan dengan seenaknya memindah-mindahkan jalan sesukanya sendiri.

“Komitmen harus jelas dulu, jangan lagi perusahaan seenaknya memindahkan jalan,” ucapnya.

Ia melihat, banyak pelanggaran yang dilakukan perusahaan tersebut terutama untuk kepentingan umum.

“Saya lihat tadi ada saluran air yang akan ditutup, itu pelanggaran dan bisa dibawa ke ranah hukum, tapi saya akan lihat dulu itikad baik perusahaan kepada warga, khususnya soal jalan,” tandasnya. (FDL)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top