Cloud Hosting Indonesia

Rabu, September 15

Bupati Brebes Panggil 14 Dirut RSU Negeri dan Swasta Terkait Terjadinya Kasus Covid-19 Ke Level Empat

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan PPKM di wilayahnya  kembali naik ke level 4 terjadi akibat adanya keterlambatan (delay) input data laporan harian kasus pandemi Covid-19

Sehingga pihaknya  memanggil seluruh direktur rumah sakit (RS) yang ada di wilayahnya agar disiplin menginput data laporan virus Corona.

Pemanggilan para direktur RS swasta maupun Negeri tersebut  berjumlah 14 orang ini dipertemukan di Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa (14/9).

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto dan sejumlah pejabat terkait.

Idza mengatakan pihaknya menegaskan  kepada seluruh petugas pengentri data agar benar-benar meng-update data setiap hari. Sehingga, kejadian delay data seperti saat ini tidak terjadi kembali. 

Idza minta jaminan kesanggupan para direktur rumah sakit untuk tertib memasukkan data kasus Covid -19 setiap harinya.

Sementara Direktur RSUD Brebes dr Rasipin mengakui adanya keterlambatan dalam mengentri data karena tenaga operatornya menjalani isolasi mandiri.

"Ini tidak hanya terjadi di Brebes. Hampir seluruh daerah mengalami hal yang sama, karena memang banyak tenaga operator yang terpapar virus Corona," tutur Rasipin.

Rasipin menjelaskan  pada bulan Juni dan Juli lalu banyak tenaga kesehatan di rumah sakitnya yang terkonfirmasi Covid 19, termasuk petugas entri data sehingga terjadi keterlambatan entri data harian.

"Entri data sempat sedikit terbengkalai karena tenaga kesehatan  selain terpapar juga fokus pada penanganan pasien. Jadi seolah-olah dalam dua minggu ini terjadi peningkatan kasus. Padahal riilnya, terus terjadi penurunan," jelasnya

Sementara infomasi sebelumnya , Bupati Brebes Idza Priyanti menyebut PPKM di wilayahnya naik dari level 3 ke level 4 yang dipicu lambatnya entri data laporan kasus Covid-19.

Idzapun menyebutkan  lambatnya entri data ini diakibatkan petugas rumah sakit yang menangani laporan tidak melaporkan kasus tersebut  pada  setiap harinya.

"Semestinya entry data dilakukan setiap hari oleh petugas rumah sakit, termasuk data vaksin, BOR, konfirmasi positif dan data lainnya. Contohnya kasus konfirmasi positif di Covid 19  Jateng di Kabupaten  Brebes mulai tanggal 7-13 September sebanyak 152 orang padahal riilnya di lapangan hanya 45 orang. juga kasus kematian yang tercatat 90 pada kenyataannya hanya 4 orang selama sepekan kemarin," tutur Idza - (imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top