Cloud Hosting Indonesia

Sabtu, Agustus 21

SMPN 1 Taman Melaksanakan PTM Terbatas

EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Taman, Kabupaten Pemalang  melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. PTM dilaksanakan sejak Senin (16/8/2021) lalu.

Kepala SMP Negeri 1 Taman, Edi Purwanto, S.Pd, M.Pd, mengatakan pelaksanaan PTM terbatas di sekolahnya sudah berjalan satu minggu. Adapun pelaksanaan pembelajaran minggu pertama diikuti siswa Kelas IX.

Kemudian pembelajaran minggu kedua diikuti Kelas VIII dan Kelas VII pada minggu ketiga. Itu dapat dilaksanakan dengan catatan tidak terdapat klaster baru COVID-19.

Dikatakan, PTM dilaksanakan dengan jumlah siswa yang dibatasi. Dari total 832 peserta didik di sekolahnya, pihaknya melakukan pembatasan jumlah siswa sebanyak 30 persen yang mengikuti PTM. Sekolahnya menggelar PTM setelah dalam tahap ujicoba dinyatakan lolos verifikasi.

"Kami awalnya punya gagasan (jumlah siswa dalam PTM dibatasi) maksimal 50 persen. Tapi kami mengambil kebijakan 30 persen dulu yang mengikuti PTM. Dari sosialiasi Dinas Pendidikan, untuk PTM setelah diverifikasi lewat ujicoba itu kami siap. Kita melaksanakan dan semuanya, baik jadwal maupun prokesnya, dinas menyerahkannya kepada satuan pendidikan masing-masing," ujar Edi Purwanto di kantornya (21 Agustus 2021).

Edi menerangkan jika nantinya dalam tiga minggu pelaksanaan PTM tidak menemui kendala, pihaknya berencana akan melanjutkan PTM dengan melakukan penambahan jumlah siswa 50 persen. Pihaknya berharap PTM terbatas ini berjalan dengan lancar.

Adapun dalam pelaksanaannya, lanjut dia, pembelajaran dibagi menjadi dua gelombang. Jadwal gelombang pertama dan kedua terdapat selisih waktu 15 menit. Setiap harinya, proses pembelajaran berlangsung 4 jam dengan waktu istirahat 15 menit.

"Jadi gelombang pertama masuk jam 07.30 WIB dan gelombang kedua masuk 07.15 WIB. Jadi ada selisih waktu 15 menit antara gelombang pertama dan gelombang kedua. Dalam proses pembelajarannya, satu ruang kelas dijadikan dua ruang kelas atau empat ruang kelas jadi delapan ruang kelas. Dimana setiap ruang kelas diisi 16 siswa dan 1 orang guru," ungkapnya.

Dia menuturkan dalam pelaksanaan PTM tersebut, pihaknya menerapkan prokes yang ketat. Saat masuk ke  sekolah, siswa terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya oleh petugas. Jika ditemukan siswa yang sakit langsung dibawa ke ruang isolasi untuk memastikan akan kondisi kesehatannya.

"Kalau ditemukan siswa yang sakit maka tidak boleh masuk ke ruang kelas. Petugas akan membawa siswa tersebut ke ruang isolasi dan diobservasi selama 30 menit. Jika selama 30 menit, ternyata kondisi badannya masih panas maka siswa tersebut akan dirujuk ke Puskesmas terdekat atau diantarkan pulang ke rumah dan tidak boleh masuk sekolah," tandasnya. (Yanto).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top