Cloud Hosting Indonesia

Selasa, Agustus 10

Pemkab Batang Gelar Penjamasan Pusaka Tombak Abirowo Dengan Prokes Ketat


EMSATUNEWS.CO.ID
, BATANG - Jamasan Kyai Tombak Abirowo yang merupakan pusaka dari Pendiri Kabupaten Batang, Raden Sayid Nurrochman tetap digelar tanpa disertai kirab mengelilingi kompleks Kantor Bupati, dalam memperingati     malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah bertepatan dengan Malam 1 Suro 1955 Jawa.


Penjamasan pusaka Kyai Tombak Abirowo oleh Bupati Batang Wihaji tetap menjadi inti peringatan Malam 1 Suro dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), disertai beberapa pusaka pengiring lainnya.


Baca juga : Adaptasi, Kolaborasi, dan Inovasi Kunci Indonesia Jadi Pemenang di Masa Pandemi


“Kegiatan ini untuk melanjutkan tradisi setiap Malam 1 Suro atau 1 Muharram, Pemda Batang menjamas pusaka warisan dari leluhur. Ini tradisi yang baik ini tetap dilaksanakan, tapi karena masih pandemi, maka tidak ada penonton tatap muka, melainkan digelar secara virtual,” kata Bupati usai menjamas Pusaka Kyai Tombak Abirowo, di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (9/8/2021).


Ia menegaskan, prosesi peringatan malam 1 Suro kali ini tentu saja ada perbedaan dibandingkan tahun lalu.


“Ya pasti beda karena ini masih pandemi Covid-19, jadi prokesnya yang diperketat dan cukup disaksikan melalui streaming Batang TV. Dan tadi pusakanya tidak dikirab, cukup  dijamas saja,” bebernya.


Kepala Disdikbud, Achmad Taufiq menerangkan, Malam 1 Muharram bagi umat muslim merupakan malam tahun baru, saat ba’da asar akhir memanjatkan doa akhir tahun dan ba’da magrib awal memanjatkan doa awal tahun.


“Semoga dosa-dosa yang kita lakukan di tahun kemarin mudah-mudahan mendapatkan ampunan dan setahun ke depan kita diberikan keselamatan, petunjuk dan pandemi segera berakhir,” harapnya.


Baca juga : Polsek Banjarharjo Lakukan 3T Upaya Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19


Dijelaskan, sesuai kebudayaan Jawa, Malam 1 Muharram sama dengan Malam 1 Suro, dengan melaksanakan prosesi penjamasan pusaka.


“Kyai Tombak Abirowo merupakan pusaka yang dikramatkan oleh masyarakat Kabupaten Batang, yang setiap Malam 1 Suro diadakan penjamasan. Sebelum pandemi memang prosesi awal adalah dikirab terlebih dahulu, namun karena Covid-19 belum berakhir, penjamasan tahun ini tidak dilakukan kirab,” bebernya.


Bahkan sejumlah pusaka lainnya, kecuali Kyai Tombak Abirowo telah dijamas terlebih dahulu sejak siang hari.


Turut hadir dalam acara tersebut antara lain  Wakil Bupati Batang Suyono,Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra,Kapolres Batang  AKBP Edwin Louis Sengka,Kajari Batang Ali Nurudin,Kepala Pengadilan Negeri Batang Guntoro Eka Sekti,Tokoh Agama KH.Zaenal Muttaqin dan Pimpinan OPD Kab.Batang.(Didik)


Sumber : (Pen-0736/Heri)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top