Cloud Hosting Indonesia

Kamis, Agustus 19

PDAM Tirta Mulia Kerjasama Dengan Perhutani KPH Banyumas Timur Tangani Krisis Air Bersih

EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG - Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mulia Kabupaten Pemalang kerjasama dengan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur. Kerjasama tersebut dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih di dua kecamatan di wilayah Pemalang selatan, yaitu Kecamatan Belik dan Pulosari.

Kerjasama tersebut tertuang dalam surat perjanjian kerjasama Nomor 45/MOU/BYT/DIVRE-JATENG/2021 dan Nomor 690/454/MOU/VII/2021 tentang rencana pemanfaatan air dari mata air Lember/ Lembeyan petak 581 Karanggandul BKPH Gunung Slamet Barat KPH Banyumas Timur yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di Kantor PDAM Tirta Mulia Pemalang, Kamis (19/8/21).


Dalam sambutan Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengatakan, air bersih sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat pemalang, namun krisis air bersih kerap terjadi pada beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang pada musim kemarau, termasuk di Kecamatan Belik dan Pulosari.

"Kami sampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama ini. Semoga melalui perjanjian kerjasama ini bisa mengatasi krisis air. Penyediaan suplai air bersih dari wilayah Banyumas timur tepatnya dari Kecamatan Baturraden bisa mencukupi kebutuhan di dua kecamatan tersebut,” kata Agung.

Agung berharap, pelaksanaan program proyek yang dibiayai APBD dan APBN bisa dilaksanakan secepatnya dan tidak direfocusing. Kedepan, air di wilayah Belik dan Pulosari akan berlimpah.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Mulia, Slamet Efendi menyampaikan, selama ini memang Kecamatan Belik dan Pulosari belum mendapatkan akses air bersih. Usai dilantik, Bupati Pemalang memerintahkan PDAM Tirta Mulia untuk membuka akses air bersih melalui berkomunikasi dengan pihak terkait. 


"Komunikasi sudah kami lakukan, termasuk dengan pihak Perhutani wilayah Banyumas serta penyedia anggaran APBN. Alhamdulillah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan KPH Banyumas kita realisasikan hari ini,” ungkapnya.

Sementara, Kepala KPH Banyumas Timur, Cecep Hermawan mengatakan, dirinya sudah melihat adanya krisis air di wilayah Pulosari sejak tahun 1994 silam. Tentunya ini menjadi persoalan ketika diketahui sumber air dari Gunung Slamet sangat melimpah ruah.

"Setelah dilakukan penandatanganan perjanjian ini, tidak ada lagi krisis air bersih di Kecamatan Belik dan Pulosari. Mudah-mudahan persoalan krisis di kedua wilayah tersebut dapat teratasi. Yang jelas kita jaga alam ini terutama hutan di wilayah tersebut,” pungkasnya.(Sasongko)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top