Cloud Hosting Indonesia

Kamis, Agustus 19

ODGJ Tidak Boleh Dipasung Mereka Perlu Disembuhkan

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Tiga tahun sudah kondisi Nanang Kusnandar (44) yang berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Desa Bulakelor Rt 07/04 kecamatan Ketanggungan kabupaten Brebes dipasung oleh keluarganya kaki kanannya dirantai dan diikatkan di tiang rumahnya pasalnya kerapkali mengamuk dan mencederai warga sekitarnya disaat penyakitnya kambuh.

Penderita ODGJ ini terpaksa dipasung karena sering mengamuk dan menyiksa warga bahkan  ibunya, sendiri Casniti (67 yang pernah mengalami  amukan/dianiaya anaknya.

Casniti yang tinggal sebuah rumah tidak layak tinggal ini menuturkan anaknya 
mengalami gangguan jiwa sejak  tahun 2000 silam dan anaknya ini sering mengamuk terutama jika penyakitnya kambuh.

“Mulai mengalami gangguan jiwa itu tahun 2000 setelah dikeroyok preman saat pulang berjualan keliling di kota Bandung. Sejak itu Nanang  mengalami gegar otak dan sampai akhirnya mengalami gangguan jiwa,” kata Casniti ditemui di rumahnya, Rabu (18/8) kemarin.

Casniti mengaku, Nanang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. meski sering dianiaya, Casniti tetap merawat anaknya ini.

“Tidur, makan mandi sama buang air di sini semua. Kotoran tinggal dibersihkan, kalau mandi pakai semprotan,” tuturnya

Dijelaskan Casniti sebelum mengalami gangguan jiwa, Nanang  sempat mondok di pesantren di Jawa Barat. Bahkan, anak Casniti pernah menikahi Waniah, tetangganya dan dikaruniai satu anak. Lantaran menderita sakit jiwa, sang istri memilih untuk berpisah.

Meski kondisi kekuarga serba kekurangan, Casniti tetap membawa anaknya berobat. Ke sejumlah dokter ahli jiwa di Brebes dan. namun karena keterbatasan biaya, pengobatan Nanang terhenti.

Sementara  Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Brebes, Johan Asani mengaku belum mendapat laporan soal kondisi Nanang Dia berjanji akan segera melakukan pengecekan langsung ke rumahnya.

“Catatan kami ada 50 orang, tapi yang di Desa Bulakelor sepertinya belum masuk karena di data kami tidak ada warga Bulakelor. Dalam waktu dekat saya akan cek ke sana,” ujar Johan Asani.

Lanjut Johan tindakan pemasungan terhadap ODGJ tidak dibenarkan. Mereka harus mendapatkan pengobatan agar bisa dipulihkan jiwanya.

“Sebenarnya ODGJ tidak boleh dipasung. Mereka perlu disembuhkan. Untuk obat-obatan mereka sebenarnya bisa mendapatkannya secara gratis,” pungkasnya.- (imam)

Sumber : puskapik.com

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top