Cloud Hosting Indonesia

Rabu, Agustus 25

Kegiatan Peningkatan Sarana Olahraga di Desa Pakembaran Diduga Mangkrak, Begini Penjelasan Ketua TPK

EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG - Kegiatan peningkatan sarana olahraga di Desa Pakembaran, Kecamatan Warungpring dikabarkan diduga mangkrak. Menanggapi kabar itu, Sumadi selaku Ketua TPK pekerjaan tersebut, akhirnya angkat bicara.

Saat dikonfirmasi, Sumadi mengatakan kegiatan peningkatan sarana olahraga itu terletak di Bukit Bulu Ayam. Saat ini progres pekerjaannya memang baru mencapai 50 persen. Ini dikarenakan terjadi kontradiktif antara pihak pemborong dengan Pemdes Pakembaran melalui TPK-nya.

Dikatakan, pihak pemborong menganggap bahwa pekerjaan peningkatan sarana olahraga itu sudah selesai 100 persen. Namun, pihaknya menilai bahwa pekerjaan itu baru terselesaikan 50 persen. Lantaran dinilai belum selesai, pihaknya memutuskan untuk tidak membayarkan upah kerja secara penuh kepada pihak pemborong.

Menurutnya, di dalam surat perjanjian kerja yang disepakati oleh kedua belah pihak tersebut disebutkan upah kerja akan dibayarkan apabila pekerjaan sudah selesai 100 persen. Ia pun mengaku menggandeng pihak ketiga dalam melaksanakan pekerjaan itu lantaran terbentur dengan jadwal kegiatannya yang padat.

"Untuk masa pekerjaan karena kemarin belum ditentukan, karena sifatnya diborongkan kemudian anggaran yang berasal dari dana desa tahap I tahun 2021 itu sebelum dipotong PPH, PPN dan BOP total senilai sekira Rp.80 juta. Kepada pihak ketiga, kami sampaikan silahkan kerjakan dengan ukuran semeter sekian, semeter sekian dan kami vulgarkan bahwa dananya sekian. Tetapi pekerjaan itu mangkrak ditengah jalan," ujar Sumadi, Rabu (25/8/2021).

Diungkapkan  Sumadi surat perjanjian kerja itu telah ditandatangani diatas materai oleh kedua pihak. Selain itu saat proses penandatanganan juga disaksikan oleh sejumlah perwakilan masyarakat. Selain soal pengupahan, di dalam surat perjanjian itu juga terdapat kesepakatan terkait pembayaran uang DP kepada pihak pemborong.

"Kami tidak memberikan target waktu pekerjaan. Karena ini sifatnya swakelola. Sehingga tidak ada acuan target kerja. Kami menganggap pemborong yang bersangkutan tidak bertanggungjawab," tandasnya.

Sisa 50 persen pekerjaan yang belum tergarap, tambah Sumadi, akan segera dilanjutkan mulai pekan depan. Ia memastikan pihaknya tidak akan menggandeng pihak ketiga dalam mengejar ketertinggalan pekerjaan tersebut. (Yanto).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top