Cloud Hosting Indonesia

Kamis, Agustus 12

Bawa 2 Keranda, AMPERA Tuntut Pemkab Pemalang Longgarkan Pembatasan Masyarakat

EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG - Aliansi Masyarakat Pemalang Raya (Ampera) mengggelar aksi di Pendopo Lintang Kemukus, Kelurahan Paduraksa Kabupaten Pemalang. Dalam aksinya mereka membawa dua keranda mayat yang bertuliskan mati corona dan mati lapar, Kamis (12/8/21). Aksi itu dilakukan untuk menuntut Pemerintahan Kabupaten Pemalang melonggarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Koordinator aksi, Andi Rustono menyampaikan, jam malam yang berbarengan dengan kebijakan Pemerintahan Pusat yaitu PPKM yang berjilid-jilid, itu justru menambah masyarakat semakin tidak berdaya, terutama di sektor ekonomi.


"Karena belum ada penelitian secara khusus terhadap jam malam untuk melihat penurunan penularan Covid-19. Pemerintahan daerah jangan terburu-buru untuk tetapkan jam malam," kata Andi.

Lanjutnya, memang jam malam sangat mengurangi aktivitas warga namun jika berbarengan dengan blokade jalan protokol itu membuat semua pihak menjadi kerepotan.

"Secara teori memang mengurang penularan virus. Namun itu belum ada penelitian secara ilmiah. Jika jam malam bersamaan dengan blokade jalan protokol. Jalan itu sebagai pusat perekonomian warga Pemalang, jangan membuat semua pihak kerepotan," tandasnya.

Selain itu, peserta aksi lainnya Heru Kundhimiarso mengatakan Pemerintahan Kabupaten Pemalang terlalu lebay dalam membuat peraturan pembatasan. Dia mencontohkan di daerah lain sudah tidak ada penyekatan jalan protokol dan pemadaman lampu jalan.

“Kami mohon dengan sangat Pemkab bisa lebih bijak dalam mengambil kebijakan. Kami semua tidak akan membuat rusuh, kami hanya ingin bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kami tidak bisa selalu mengharapkan bantuan,” kata Kundhi.


Menanggapi hal ini, wakil Bupati Pemalang mengatakan pelanggaran pembatasan sudah dijalankan tetapi belum semuanya. Ia menyampaikan terkait penyekatan jalan yang tadinya ditutup sekarang sudah dibuka.

"Masih ada tiga titik yang masih ditutup, tiga titik tersebut yaitu Gandulan, ruas jalan depan Pasar Beji dan Alun-alun. Untuk pemadaman lampu kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian, TNI, dan intansi terkait agar dinyalakan mulai malam ini," pungkasnya.(Sasongko)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top