Cloud Hosting Indonesia

Kamis, Juli 1

The Lead Institute: Kelompok Ekstremis Sekarang Menyasar Kaum Muda

EMSATUNEWS.CO.ID, JAKARTA - Kelompok ekstremis di Indonesia mengalami ‘kemajuan’ pesat terutama terkait perkembangan teknologi dan informasi yakni internet. Mereka  memanfaatkan internet secara negatif untuk kepentingan mereka.

“Kegiatan terorisme mulai dari penyebaran propaganda ideologi ekstremisme, perekruitan anggota, komunikasi internal, penyediaan logistic, pelatihan teroris, perencanaan dan bahkan serangan teror semua memanfaatkan unternet,” kata Dr. phil, Suratno, M.A. Ketua The Lead Institute, Universitas Paramadina di Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Kelompok ekstremis sekarang menyasar kaum muda. Ada banyak alasan kenapa hal ini terjadi seperti; kaum muda masih masa transisi (dari anak-anak ke dewasa) sehingga emosi masih labil, masih pencarian identitas diri, suka tantangan, petualangan dan heroisme. Selain itu kaum muda juga belum punya tanggungan (masih single) sehingga lebih bebas untuk diajak bergabung. “Kaum muda umumnya sangat familiar dengan internet sehingga para perekruit teroris akan ‘ngorbit’ didunia internet (cyberspace) untuk mencari mangsa. Kaum muda dengan pemahaman agama yang rendah menjadi lebih rentan lagi untuk direkrut kelompok ekstrimis.”  Ujar peraih gelar doktor di Goethe-University Frankfurt, Jerman ini. 

Merespon hal itu Suratno menyampaikan bahwa  The Lead Institute Universitas Paramadina sejak tahun 2017 sampai sekarang membuat program ‘Pemuda Internet Sehat dan Anti-Ekstremisme’.

“Tujuannya adalah untuk memberi kesadaran kepada kaum muda agar hati-hati dengan bahaya ideologi dan kelompok ekstremisme-kekerasan yang melakukan teror. Selain itu program ini juga mengajak kaum muda untuk berinternet secara sehat; memanfaatkan internet untuk hal-hal positif dan menghindari penyebaran, perekruitan ideologi dan aktivisme kelompok teroris di dunia internet (cyberspace).” Katanya. 

Setelah tahun 2017-2019 sukses menyelenggarakan kegiatan berupa workshop di Jabodetabek dan di Pulau Jawa, maka tahun 2020 sampai sekarang kegiatan dilakukan dalam bentuk Training of Trainer untuk guru/dosen dan aktivis LSM serta Pesantren/Digital Camp untuk siswa SMA/SMK/MA. 

Training of Trainer ini sebelumnya telah diselenggarakan di 2 kota yakni Medan dan Madura, maka tanggal 21 sampai dengan 23 Juni 2021, The Lead Institute Universitas Paramadina menggandeng Fakultas Pendidikan Islam & Keguruan (FPIK) Universitas Garut bekerja sama menyelenggarakan ToT dan Digital Camp. Keduanya dilakukan secara online dikarenakan kondisi  pandemi Covid-19. 

“ToT diikuti oleh sekitar 25 peserta, masing-masing 10 guru dari 10 SMA/SMK/MA yang ada di Garut dan 15 peserta terdiri dari dosen, ustadz-ustadzah, aktivis LSM, aktivis perempuan, aktivis literasi, aktivis kepemudaan dan yang lainnya,” ujar Dr. Hj. Hilda Ainissyifa, M.Ag. Dekan FPIK Universitas Garut.

Dengan ToT diharapkan muncul trainer-trainer baru sehingga kegiatan “Pemuda, Internet Sehat & Anti Eksteimisme” tidak hanya dilakukan oleh The Lead Institute tapi juga oleh banyak pihak lainnya. Digital Camp diikuti oleh 120-an siswa dari 10 SMA/SMK/MA.  

“Tujuannya agar para siswa mampu menjadi duta-damai yang mengkampanyekan internet sehat dan anti ekstrimisme. Setelah Digital-Camp para siswa diminta membuat video-pendek dan poster yang diposting di media social sebagai bentuk kampanye mereka. Ada hadiah untuk video dan poster terbaik,” pungkas Suratno.(*/red)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top