Cloud Hosting Indonesia

Jumat, Juli 23

Permohonan Sumbangan Kepada Sekolah-sekolah Terkait Bansos Untuk Warga Terdampak PPKM Darurat Pandemi Covid -19 Dibatalkan Bupati Brebes

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Beredarnya  informasi Pemkab Brebes melalui pihak terkait meminta sumbangan kepada sekolah-sekolah untuk bantuan sosial (Bansos) kepada warga terdampak PPKM Darurat pandemi COVID-19.

Permintaan sumbangan itu melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes yang ditujukan kepada
Koorwilcam Satpend  Pengurus K3S Kabupaten, Pengurus K3S Kec, Pengurus MKKS dan kepala sekolah negeri tingkat SD dan SMP.

Informasi yang beredar tersebut menyebutkan, setiap SD dimintai bantuan beras 20 paket beras dengan harga tiap paket Rp 50 ribu, sehingga totalnya tiap SD Rp 1 juta. Sedangkan untuk tingkat SMP masing-masing diminta bantuan 50 paket beras, sehingga masing-masing sekolah dibebani Rp 2,5 juta

Bahkan, permintaan sumbangan itu, juga ditujukan kepada sekolah yang memiliki jumlah siswanya antara 100-200 anak, dengan meminta bantuan 10 paket beras atau sekitar Rp 500 ribu. Bagi SD yang jumlah siswanya kurang dari 100 anak, tidak diwajibkan membantu warga terdampak PPKM Darurat. Permintaan sumbangan tersebut atas nama Kepala Dindikpora Brebes, Sutrisno tertanggal 21 Juli 2021 kemarin 

Menanggapi informasi yang  tersebut, Kepala Dindikpora Brebes, Sutrisno SH M H mengatakan, pihaknya berusaha membantu dengan mengajak Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru untuk saling berbagi dengan warga yang terdampak PPKM Darurat. Untuk pengumpulan sumbangan itu nanti di masing-masing wilayah. 

Ya nanti dikumpulkan di masing-masing wilayah, baik di wilayah Utara, Tengah dan Selatan. Ini sudah dirapatkan dengan Ibu Bupati juga,” kata Sutrisno, kepada awak media  Kamis 22/7 kemarin 

Namun menanggapi ramainya perbincangan terkait informasi permintaan sumbangan tersebut, Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH menegaskan bahwa permintaan itu dibatalkan.

Idza mengatakan terkait  bantuan beras  sudah ada dari CSR berbagai perusahaan, pemerintah daerah, BUMD, Kemensos, dan lainnya dianggap sudah mencukupi untuk membantu warga terdampak PPKM Darurat.

"Hari ini kita batalkan (permintaan bantuan sekolah). Karena ini sudah ada bantuan dari CSR berbagai perusahaan, pemerintah daerah, BUMD, Kemensos, dan lainnya, Insyaallah mencukupi,” kata Idza

Sementara Asisten I Sekda Brebes, Apriyanto Sudarmoko mengatakan, sempat terjadi miskomunikasi terkait informasi permintaan bantuan tersebut.

Dikatakan Apriyanto  sebelumnya Bupati Brebes saat memimpin rapat berinisiatif untuk mengajak semua OPD dan ASN untuk membantu warga terdampak PPKM Darurat.

“Itu ditujukan bukan ke sekolah, tapi ke ASN-ASN untuk bisa membantu warga terdampak PPKM. Ini bukan paksaan tapi dengan kesadaran masing-masing namun setelah usai rapat mekanisme penyampaian ke bawahnya itu ada miskomunikasi, sampai ada penyampaian yang berbunyi soal angka,” kata Apriyanto.

Menurut Apriyanto yang menjadi niat baik Pemkab Brebes adalah mengajak jajarannya untuk bersama-sama membantu warga terdampak PPKM Darurat, seperti TNI dan Polri.

Lanjut Apriyanto bantuan tersebut tidak menyebutkan nominal, tapi hanya bentuk beras. Melalui BPBD Brebes juga pihaknya akan memberikan bantuan beras tersebut ke masyarakat.

“BPBD juga sudah dianggarkan Rp 200 juta untuk bantuan beras melalui dana bencana non alam,” pungkasnya. (imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top