Cloud Hosting Indonesia

Kamis, Juli 1

Konferensi Pers Kapolres Brebes Gelar 7 Kasus dan Minta Pelaku Pencabulan Anak Dihukum Maksimal

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes berhasil mengungkap 7 perkara kasus tindak pidana umum dalam waktu satu bulan dan dari ketujuh kasus itu, polisi menangkap 8 orang tersangka.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto merinci, sejumlah tujuh kasus yang meliputi 2 kasus pencabulan, 1 pencurian dengan pemberatan (Curat), 1 pencurian dengan kekerasan (curas) 1 penganiayaan, 1 penggelapan, dan 1 kasus aborsi.

Konferensi pers tersebut  dihadiri jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes dan tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB).

"Dalam penanganan perkara kasus pencabulan dengan korban anak di bawah umur ini, kita juga melibatkan tim dari DP3KB. Karena kasus ini perlu perhatian lebih, khusus kepada anak-anak kita khususnya di wilayah Brebes," katanya.

Dikatakan Faisal  beberapa penyebab terjadinya kasus persetubuhan anak di bawah umur itu umumnya dipengaruhi beberapa latar belakang kondisi tersangka diantaranya pendidikan dan pengetahuan yang sangat kurang.

“Kebanyakan antara pelaku dan korban sebelumnya saling kenal. Sedangkan penyebab lainnya, latar belakang pendidikan sangat kurang, kemudian pengetahuan dan tingkat spiritual yang sangat minim sehingga yang bersangkutan melakukan perbuatan tidak terpuji,” ujarnya.

Lanjut Faisal guna menekan angka tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur, jajaran Polres Brebes terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait yang menangani masalah perlindungan anak.

Setidaknya Pemerintah daerah melalui instansi terkait, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait  hal tersebut sehingga, kejadian serupa tidak terjadi dan tidak terus bertambah jumlahnya.

“Pentingnya pencegahan melalui edukasi tentang anak serta lain sebagainya guna menekan angka kejahatan anak sangatlah penting sehingga hal-hal negatif yang merugikan anak di bawah umur tidak terjadi,” tuturnya

Sementara dalam penanganan perkara pencabulan anak di bawah umur, dia  Faisal menegaskan jajaranya tidak akan menjerat hukuman rendah terhadap para pelaku.
“Sesuai dengan pasal tindak kejahatan anak, rata-rata ancaman hukumannya di atas lima tahun paling rendah dan paling lama 15 tahun penjara atau kita lakukan tuntutan hukuman maksimal,” tegasnya.

Sementara Sekertaris DP3K Kabupaten Brebes Rini Pujiastuti mengimbau kepada seluruh orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar terhindar dari tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.

Lanjut Rini, kalau perlu berikan pengetahuan tentang bahaya masalah seksual bagi anak di bawah umur sehingga anak tersebut terhindar dari para pelaku kejahatan yang mengidap kelainan seksual itu.

“Mari kita jaga anak-anak kita dan membekali berbagai pengetahuan tentang bahaya kejahatan anak terutama kejahatan seksual. Selain itu juga jangan pernah membiasakan anak untuk bergaul bebas sehingga sulit untuk dikontrol,” kata Rini.

Dijelaskan Rini faktor lainya terkait pola orang tua yakni dalam hal pengasuhan anak. Sebab, tingginya kasus kekerasan seksual kepada anak di Brebes kebanyakan terkait pola asuh anak yang salah atau sangat kurang.

“Brebes merupakan daerah 9 besar kantong TKI, nomor 10 peringkat TKI bermasalah di Indonesia. Sehingga pola asuh anak otomatis berpengaruh dalam tumbuh kembang anak. Mereka (anak-anak) dititipkan kepada keluarga nenek, kakek atau saudaranya). Sehingga ketahanan keluarga bagi anak sangat kurang,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Jaksa Penuntut Umum Kejari Brebes Anton pihaknya sepakat dengan komitmen Kapolres Brebes terkait penuntutan maksimal kepada pelaku predator anak.

Bahkan, tiga pekan lalu dalam kasus pencabulan anak telah menuntut pelaku dengan hukuman maksimal dan kebiri kimia.

“Kita sepakat dengan Kapolres Brebes terkait komitmen perlindungan kepada anak khususnya dalam kasus kekerasan seksual anak. Pelaku kita tuntut hukuman maksimal. Kemarin kasus pencabulan TKP Banjarharjo kita tuntut hukuman maksimal," tandasnya.(imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top