Cloud Hosting Indonesia

Kamis, Juli 15

Gara-gara Unggah Story WA Seorang GGT SMPN 01 Wanasari, Brebes Dinon Aktifkan Dari Sekolah

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Hessal Hekmatyar salah satu Guru Tidak Tetap (GTT) di SMPN 01 Wanasari Brebes telah  dinon aktifkan oleh pihak sekolah  gara-gara unggahan story WA. 

Dengan dinon aktifkan Hessal mengadu ke Dewan Pendidikan Brebes.

Di hadapan anggota dewan pendidikan, Hessal menceritakan awal kronologi sebab dirinya dinonjobkan kepada Dewan Pendidikan. Hessal  mengaku, dalam unggahan story tersebut tidak menyebutkan nama instansi maupun menyangkutpautkan dengan sekolah tempat dia bekerja/mengajar.

Berawal setelah mengunggah story, dirinya dipanggil kepala sekolah kemudian langsung dikeluarkan (dinon aktifkan) dari sekolah.

Hessal mengatakan pihaknya saat dipanggil kepala sekolah dan disaksikan guru-guru senior dengan  mengatakan bahwa saya itu harus dikeluarkan dari sekolah padahal pihaknya  mengunggah story itu seperti story biasa, tidak menyebutkan siapa pun,” kata Hessal, kepada awal media, Kamis (15/7).

Dikatakan Hessal pihaknya menganggap tidak bersalah, namun telah menyampaikan permintaan maaf kepada kepala sekolah maupun guru.

Lanjut Hessal tak lama berselang, nomor WhatsApp milik Hessal dikeluarkan dari media jejaring grup  WA sekolah setelah Lebaran Idul Fitri yang lalu padahal dirinya perlu memberikan informasi kepada siswanya terkait tugas siswa.

Terkait sopan santun yang dipermasalahkan oleh kepala sekolah, dirinya mengaku selalu menjaga tatakrama dengan guru-guru lain maupun kepala sekolah layaknya seorang guru.

Hessal menyebut, rekan-rekan guru di SMP Negeri 1 Wanasari juga sudah mengetahui semua tindak tanduk dirinya menjaga tata krama di sekolah.

“Kalau soal sopan santun monggo bisa ditanyakan ke rekan sesama guru di sekolah,” ungkap Hessal.

Sementara Sekretaris Dewan Pendidikan Brebes, Wijanarto, mengaku prihatin dengan keputusan kepala sekolah.

Menurut  Wijanarto,  Hessal merupakan guru yang sarat prestasi yang sempat membawa siswa SMP Negeri 1 Wanasari menjadi juara nasional di bidang seni budaya.

"Saya menyayangkan soal dinon aktifkan Hessal hanya gara-gara unggahan story. Mestinya ini bisa diselesaikan secara baik-baik oleh pihak sekolah,” kata Wijanarto.

Sementara atas kejadian itu, Hessal juga terancam kehilangan haknya untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dimana saat ini sudah masuk waktu pendaftaran.

Untuk mengikuti seleksi tersebut, harus melampirkan rekomendasi dari kepala sekolah. Sementara Hessal masih terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah tersebut.

“Meskipun itu permasalahan internal sekolah, namun terkait Dapodik  Hessal masih tercatat di sekolah itu, dan terkait data ini harus dikonsultasikan dengan Dinas Pendidikan, karena ini merupakan kewenangannya. Jangan sampai gara-gara story itu, Hessal tidak bisa mengikuti seleksi PPPK. Jika tidak bisa mengikuti PPPK, muncul persoalan baru yang serius,” ujar Wijanarto.

Kepala SMP Negeri 1 Wanasari, Murniasih dipanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, untuk mengklarifikasi terkait keputusannya menon aktifkan GTT.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dindikpora Brebes, Taufik mengatakan, dirinya hanya sebatas meminta klarifikasi dari kepala sekolah. GTT yang bersangkutan juga akan dipanggil.

“Kami minta klarifikasi kronologi dari kedua pihak terkait hal ini. Nanti GTT yang bersangkutan juga akan kami panggil. Tapi kalau keputusan kepala sekolah tidak bisa diubah dengan segala pertimbangan ya kami tidak bisa berbuat banyak. Karena ini kewenangan kepala sekolah. Intinya kami berusaha mencarikan solusi bagaimana baiknya, karena ini juga menyangkut pekerjaan,” tutur Taufik.(imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top