Cloud Hosting Indonesia

Sabtu, Juli 24

Digugat Warganya Terkait Sengketa Tanah, Ini Penjelasan Kades Babakan

EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG - Kepala Desa (Kades) Babakan, Kecamatan Bodeh digugat oleh salah seorang warganya. Seorang warga yang diketahui bernama Slamet Rahayu menggugat sang Kades ke Pengadilan Negeri Pemalang terkait persoalan sengketa lahan yang berada di Jalan Babakan RT. 003 RW. 001 Desa Babakan seluas 2,946 meter persegi atas nama Casmadi - Daskun.

Kepala Desa Babakan, Kustoni menjelaskan bahwa sebenarnya permasalahan sengketa lahan tersebut sudah diselesaikan melalui musyawarah di tingkat desa. Dalam musyawarah itu juga dihadiri sejumlah pihak termasuk Slamet Rahayu.

"Permasalahan ini terkait hak waris dan wasiat orang tua, dan sebenarnya sudah selesai pada musyawarah tingkat desa," ungkap Kustoni saat ditemui di ruang kerjanya. Jum'at, (23/7).

Kustoni menceritakan, permasalahan berawal saat Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Pemerintah Desa Babakan menyelenggarakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pemalang.

Dalam prosesnya, semua pihak baik dari pihak Slamet Rahayu, Rumini maupun Rudan telah mendaftarkan bidang tanahnya ke Pemdes Babakan untuk diikutsertakan dalam program tersebut. Namun antar saudara atau ahli waris terjadi selisih pendapat dan menganggap ada kejanggalan kepemilikan lahan yang belum ada bukti hibah atau jual beli lahan.

Kemudian, dari para pihak mengajukan permohonan penyelesaian masalah atas lahan tersebut kepada kepala desa sebagai tim yuridis tingkat desa untuk dilakukan musyawarah di tingkat desa.

Selanjutnya, kata Kades Kustoni, Efendi selaku ketua panitia PTSL Desa Babakan mengundang para pihak guna menyelesaikan permasalahan tersebut atas dasar surat permohonan penyelesaian masalah yang diajukannya.

"Ada puluhan masalah serupa yang berhasil diselesaikan di tingkat desa dan sebenarnya permasalahan yang dialami para pihak juga sudah selesai di tingkat desa," terangnya.

Menurutnya, penyelesaian sengketa lahan keluarga Rumini dan Slamet Rahayu sudah selesai pada musyawarah tingkat desa. Musyawarah dilaksanakan pada 12 dan 26 Maret 2021 lalu.

Kustoni juga merasa heran karena disaat permasalahan sudah selesai dan ada kesepakatan, tetapi dari pihak keluarga Slamet Rahayu kembali melakukan gugatan. Atas kejadian itu, pihak pengacara dari keluarga Slamet Rahayu kemudian mengajukan surat pengaduan keberatan ihwal pelaksanaan program PTSL di Desa Babakan kepada Kepala Kantor ATR/BPN Pemalang.  Sehingga proses pembuatan sertifikat para pihak dibatalkan sampai ada putusan pengadilan.

Namun demikian Kustoni tetap menanggapinya dengan bijak karena menurutnya semua warga negara berhak mendapatkan keadilan sesuai yang diinginkan dan negara dalam hal ini pemerintah memberikan keleluasaan.

"Kami di desa bekerja sesuai kewenangan. Saya sebagai kepala desa mengemban amanah bertanggung jawab kemasyarakatan terkait sosial, pembangunan dan lain sebagainya," jelasnya.

Dalam gugatannya, Kepala Desa Babakan Kustoni turut menjadi tergugat satu dan Sekretaris Desanya sebagai tergugat kedua. Sedangkan, Ruhmini menjadi tergugat satu, Wahyono tergugat dua, Rudan tergugat tiga dan Duri tergugat empat. Walaupun berstatus sebagai tergugat dalam perkara ini, Kustoni atas nama Pemdes Babakan mengaku tidak akan melakukan gugatan balik kepada pihak penggugat.

"Kami sampaikan, semoga masalah ini selesai pada tahap mediasi dan kembali hidup rukun seperti sedia kala karena yang bersengketa merupakan antar saudara kandung," pungkasnya.(Songko/Yanto)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top