Cloud Hosting Indonesia

Kamis, Juni 24

Warga PerantauDinyatakan Positif Covid 19Dipulangkan Ke Daerah Asalnya


EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Puluhan  warga  asal dua Desa (Pengerasan dan Sindangwamgi) Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes  belakangan meeupakan sebagai perantau di Jakarta  mereka dinyatakan positif covid oleh Dinas Kesehatan Jakarta, namun pihak diskes di Jakarta tidak dapat menampung mereka pasalnya tempat isolasi di wisma atlit Pademangan Jakarta  sudah penuh melewati ambang batas mencapai 5.218 pasien sehingga mereka dipulangkan ke daerah asalnya Sabtu (19/6) lalu.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan 
mereka telah mendapatkan rekomendasi untuk mendapat penanganan didaerah asal mereka.

Mereka adalah Warga dua desa berasal dari  Desa Sindangwangi diantaranya  Warso (33),Karta (48), Taufiq (30), Kusma (46) ,Tatang (30), A.Saputra, Kirman (32), Bagyo (35) Kifar (21), Sugi (35) Sedangkan warga dari Desa Pengerasan Suripto (38), Subi (53).

Mereka tiba,di Brebes Sabtu siang, juga tidak bisa ditampung karena tempat isolasi yang ada di Brebes  mengalami penuh pasien sehingga mereka langsung dipulangkan kekampung halamannya di wilayah  Kecamatan Bantarkawung.

Tiba di Kecamatan Bantarkawung mereka kembali dilakukan swab ravid antigen ulang oleh Puskesmas Bantarkawung  dan mereka mendapat pengawalan ketat oleh Forkopimcam  Bantarkawung dibawa ke tempat isolasi wisata Cipanas Buaran Bantarkawung Brebes Sabtu sore (19/6)  namun  ditolak oleh warga, tetapi mereka sempat dikarantina  satu malam di kios yang ada di obyek  wisata tersebut namun warga  pada Minggu siang kembali menggelar aksi penolakan

Kemudian mereka dipindahkan ke Puskesmas pembantu (Pustu) di Desa Terlaya  warga setempatpun sudah menghadang dan menyambut dengan penolakan 

Akhirnya Forkopimcam langsung mengadakan musyawarah dari hasil musyawarah tersebut kesepuluh warga tersebut dipulangkan kekampung asal  masing masing untuk menjalani isolasi mandiri di rumah kosong di Dukuh Marenggeng Desa Sidangwangi dengan 
pemantauan tim gugus covid 19 Bantarkawung.

Kepala Puskesmas Bantarkawung melalui bagian TU  Hj . Mufliha S.ST MM membenarkan adanya penolakan warga atas kedatangan warga perantauan yang terpapar covid 19.

Dikatakan Mufliha mereka  saat ini masih menunggu hasil swab dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mereka telah  
dievakuasi di rumah kosong sebagai  fasilitas isolasi darurat di lingkungan Desanya .

Mwnurut Mufliha seharusnya masyarakat bisa toleransi bisa  saling menolong, pasien covid -19 jangan distigma,"tuturnya ditemui diruang kerjanya  Rabu (23/6) kemarin.

Hal senada disampaikan Camat Bantarkawung melalui Sekcam Amin Soleh SIP  pihaknya menghimbau agar masyarakat bisa tolong menolong  dalam mengatasi pandemi sesuai  intruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah seharusnya terkait  program Jogo Tonggo agar upaya mengatasi persoalan pandemi covid 19 agar bisa menangani permasalahan tersebut  - (dun)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top