Iklan

Iklan

iklan

Iklan

terkini

Rencana Pemasangan Tower BTS Smart Frend di Lahan Milik Kades Bumiayu Masih Terjadi Pro dan Kontra Antar Warga Sekitarnya,

20/06/2021, 23:04 WIB Last Updated 2021-06-20T16:10:33Z
Rumah salah satu warga yang dikosongkan

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES -  Rencana pembangunan Transceiver Station (BTS)  di Dukuh Bandung Kulon RT. 06/08 Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes warga masih terjadi pro dan kontra.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan dari hasil musyawarah warga yang digelar dikediaman Ketua RW. 08  Mastur terkait persetujuan adanya rencana pemasangan  tower tersebut terjadi masih tarik ulur belum menemukan titik temu kesepakatan.

Ketua RWRW... 08 Masturo menerangkan rencana pembangunan menara tower  di wilayahnya   ada yang menolak ada  juga yang setuju karena dikhawatirkan terjadinya dampak yang mengancam keselamatan jiwa warga sekitarnya

"Dari hasil rapat telah kami laporkan kepada  Kades Bumiayu, yang sekaligus kami pamit mengundurkan diri dari kordinator upaya mencari dukungan persetujuan warga Rw 08 atas rencana pembangunan menara tower tersebut" tuturnya.

Masturo menjelaskan pengunduran dirinya berawal sebagai penggalangan persetujuan warga melalui musyawarah dengan hasil tidak mendapat dukungan dari warga adanya pemasangan tower dilokasi milik Kades tersebut sehingga pihaknya pasrah dan melaporkan ke Kades dengan tidak sanggup dan mengundurkan diri dalam menjalankan penggalangan persetujuan warga.

"Adanya rencana pemasangan tower di lokasi tersebut  salah satu warga yang langsung pindah dan mengosongkan rumah padahal rumah mereka baru dibangun beberapa tahun lalu" ucap Masturo

Sementara pengunduran diri Masturo sebagai tim penggalang persetujuan warga saat ini oleh Kades dialih tugaskan Ke H Ibing selaku Ktua RT. 05/08

H Ibing mengataka
n pihaknya telah berhasil melalui door to door kerumah warga pada jarak radius 20 sebanyak 16 warga  yang bertanda tangan menyatakan setuju dengan konpensasi sebesar 1juta / warga  diantaranya 50 persennya dari Kades namun namun ada 4 warga lainnya yang menolak katanya sat ditemui Minggu 20/6

Dikatakan Ibing mereka yang menolakn meminta agar lokasi rencana pembangunan tower agar dipindahkan ketempat lain dan penolakan warga tersebut salah satunya kondisi struktur letak tanah (lebak) tepi sungai yang dikhawatir rawan longsor bahkan letak lokasi yang berhimpitan dengan pemukiman warga, mereka  merasa terancam manakala tower tersebut terpasang,seperti kejadian dibeberapa lokasi tower yang mengalami roboh sehingga mereka merasa keberatan ujar Ibing 

Menurut Ibing  pembangunan menara tower telekomunikasi Smartfren tersebut dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak negatifnya adalah masyarakat merasakan keresahan karena meningkatnya radiasi kesehatan jiwa, peningkatan petir dan terancam bahaya roboh ,sedangkan yang diuntungkan hanya satu orang  pemilik lokasi yang mendapat kontrak dari perusahaan telekomunikasi tersebut.

Kades Bumiayu Sukaro dalam menanggapi warga yang menolak adanya rencana pemasangan tower dilokasi lahan miliknya mengatakan bahwa lokasi tersebut secara survey sudah menjadi pilihan perusahaan telekomunikasi Smart frend - (dun)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rencana Pemasangan Tower BTS Smart Frend di Lahan Milik Kades Bumiayu Masih Terjadi Pro dan Kontra Antar Warga Sekitarnya,

Terkini Lainnya

Iklan