Cloud Hosting Indonesia

Senin, Juni 28

Pemda Brebes Cari Relawan Bantu Tenaga Medis Untuk Tangani Pasien Terpapar Covid-19

RSUD Brebes saat ini alami kekurangan tenaga medis

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES - Dalam penanganan pasien terpapar Covod-19 di Kabupaten Brebes yang jumlahnya saat ini mengalami kenaikan sehingga dibutuhkan penambahan sejumlah tenaga medis.

Hal ini disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti  usai Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Covid-19 bersama Forkopimda di Pendopo Bupati, Senin (28/6).

Idza mengatakan penambahan tenaga medis yang dibutuhkan sejumlah 30 orang guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, pasalnya sejumlah tenaga medis di RSUD Brebes  mengalami terpapar Covid-19 yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri.Sehingga Pemkab Brebes  sedang mencari tenaga relawan guna penanganan pasien terpapar karena saat ini baru ada 10 tenaga medis yang bersedia membantu dalam penanganan pasien COVID-19 di RSUD Brebes.

Dikatakan Idza pihaknya sudah meminta salah satu lembaga pendidikan keperawatan di Brebes untuk meminta mahasiswanya yang hampir lulus untuk menjadi tenaga relawan. Mereka nantinya akan bergabung dengan tenaga medis rumah sakit untuk menangani pasien COVID-19.

“Kami sudah menghubungi pihak Akper Al Hikmah 1 Benda Sirampog karena ada sekitar 40 mahasiswa keperawatan yang mau lulus. Setidaknya mereka bisa membantu menjadi tenaga relawan. Kami sudah menghubunginya dan semoga ini bisa mempercepat penanganan,” katanya.

Menurut Idza saat ini baru ada 10 tenaga relawan yang akan membantu menangani pasien Covid-19 di RSUD Brebes. Padahal, dibeberapa rumah sakit di Brebes juga membutuhkan tenaga medis.

Idza mengaku sudah membuka rekrutmen tenaga kesehatan. Namun faktor ketakutan mereka menangani pasien Covid-19, membuat calon tenaga kerja ini mundur.

“Untuk tenaga relawan ini meskipun ada faktor ketakutan, tapi mereka sudah dibekali ilmu selama pendidikan. Mereka juga mengetahui bagaimana cara kerja menangani pasien COVID-19,” ungkapnya.

Diterangkan  Idza selain kebutuhan  tenaga medis, pihaknya juga meminta tambahan stok oksigen cair dan obat-obatan ke provinsi lantaran kondisi ketersediaannya semakin menipis.

“Kami sudah ajukan 5.000 liter oksigen cair dan obat-obatan, karena stoknya sudah menipis. Kami sudah sampaikan
 hal ini ke Dinkes Provinsi,” terang Idza.

Hal yang sama disampaikan Direktur RSUD Brebes, Rasipin, penambahan tenaga medis ini cukup mendesak karena sudah ada 15 perawat RSUD Brebes yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 dan saat ini melakukan isolasi mandiri. Pihaknya pun sudah membuka rekrutmen dan telah mendapatkan 12 pelamar kerja tenaga kesehatan.

“Namun setelah mereka mengetahui akan melakukan penanganan terhadap pasien COVID-19, mereka mengundurkan diri," tutur Rasipin kepada awak media - (imam)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Berita Terkini

Back to Top